Acungkan Ember Warga Rusun Kemayoran Minta Air Bersih
Ari Saputra – detikcom

Jakarta – Sudah 10 hari terakhir, 5.000 warga Rusun Dakota, Kemayoran, Jakarta Pusat, mengalami krisis air bersih. Pasokan air dimatikan. Begitu juga dengan pasokan gas. 1.000 Orang di antara mereka menggelar aksi demo.

Mereka menggelar demo mulai pukul 10.30 WIB, Selasa (13/3/2007) di depan kantor pengelola rusun yang jaraknya dua blok dari tempat tinggal mereka.

Dengan berbekal ember dan gayung, mereka menuntut dialirinya lagi pasokan air bersih yang sudah 10 hari mati total, juga pasokan gas yang seringkali macet.

Warga merasa berhak menuntut karena mereka masih rutin membayar rekening air bersih.

“Setelah 10 hari air kami mati total. Kami hanya ngandelin air tanah, itu pun airnya asin. Warga kami sakit gatal-gatal dan diare,” kata Ketua Forum Komunikasi Rusun Dakota Muhammad Taruna ketika membacakan tuntutannya di depan pengelola kompleks.

Menghadapi tuntutan warga, pihak pengelola yang diwakili M Hasibuan berjanji akan segera mengalirkan air sore ini.

Hasibuan hanya menjelaskan secara singkat alasan terhentinya pasokan air, yakni karena persediaan air yang menipis.

“Tapi pihak TPJ sudah mengusahakan akan segera mengalirkannya,” kata Hasibuan.

Namun warga tidak percaya dengan janji pengelola. Mereka akan terus menggelar demo sampai pasokan air benar-benar terbukti.

Hingga pukul 11.30 WIB, mereka masih berdemo dengan mengacung-acungkan ember dan gayung dan dibawanya. Mereka juga membentangkan spanduk besar bertuliskan “Kembalikan air bersih kami dan gas yang terputus”.

Warga Rusun Dakota tinggal di 15 blok yang berada di 30 menara yang masing-masing berlantai 5. Bangunan bertipe 18-45 meter persegi itu masih terbilang bagus. Permasalahan warga hanya pada pasokan air yang sering terganggu.
(umi/nrl)

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/13/time/115422/idnews/753451/idkanal/10