Banyak Jalan yang Rusak; Aktivitas Warga Bekasi Terganggu

Jakarta, Kompas – Jalan penghubung antara Jakarta Utara dan Kabupaten Bekasi, mulai dari Marunda sampai Taruma Jaya, rusak berat. Aspal di jalan tersebut banyak yang mengelupas sehingga membuat banyak lubang besar dan kecil.

Kerusakan jalan juga banyak terdapat di wilayah lain di Kabupaten Bekasi. Keluhan warga yang terganggu akibat kerusakan itu kurang ditanggapi pemerintah kabupaten.

Pengamatan Kompas, Sabtu (10/3), menunjukkan, kerusakan jalan sudah dimulai sejak di Marunda, Jakarta Utara. Aspal jembatan Sungai Blencong, yang menjadi perbatasan DKI Jakarta dengan Kabupaten Bekasi, terkelupas semua sehingga membuat lubang di atas jembatan.

Kerusakan jalan bertambah parah setelah memasuki Desa Segara Makmur. Selepas balai desa, terdapat satu ruas jalan yang semua aspalnya terkelupas dan hanya menyisakan fondasi jalan dari perkerasan batu saja.

Ruas jalan itu berubah menjadi kubangan air sehingga banyak pengendara harus bergantian menggunakan jalan.

Syafri, sopir truk, mengatakan bahwa lubang-lubang di jalan membuatnya harus ekstra hati-hati agar kendaraannya tidak pecah ban atau terperosok keluar jalan.

Kerusakan jalan di Taruma Jaya, mulai dari Segara Makmur sampai Setia Asih, menyebabkan hanya setengah badan jalan yang dapat dipakai. Akibatnya, banyak kendaraan harus antre jika berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan.

Rendra, warga Desa Setia Mulia, mengatakan bahwa jalan tersebut sudah rusak sejak lima tahun lalu. Tidak ada usaha perbaikan meskipun warga berulang kali mengusulkan kepada pemerintah. “Mungkin bupati tidak pernah menengok kawasan ini sehingga tidak tahu betapa rusaknya jalan,” kata Hendra.

Ali, pengemudi mobil bak terbuka, mengatakan, dia harus sangat hati-hati saat melintas di Taruma Jaya agar barang-barangnya tidak tumpah. Jalanan yang rusak merugikan dirinya karena waktu tempuh menjadi lama dengan kecepatan rata-rata 20 kilometer per jam.

Bekasi-Karawang

Kondisi jalan di wilayah lain di Kabupaten Bekasi juga memprihatinkan. Tidak hanya ruas jalan kabupaten yang rusak, jalan negara dan jalan provinsi juga semakin parah tingkat kerusakannya.

Ruas jalan negara di Kabupaten Bekasi yang bertambah parah kerusakannya adalah ruas jalan antara Bekasi dan Karawang. Kerusakan terparah yang terlihat pada Minggu (11/3) terjadi mulai dari Tambun Selatan sampai dengan Cikarang Utara. Ruas jalan ini meliputi Jalan Diponegoro, Jalan Hasanudin, Jalan Teuku Umar, dan Jalan RE Martadinata.

Sementara itu, di Jalan Yos Sudarso, Cikarang, luapan air akibat gorong-gorong yang tidak berfungsi menyebabkan jalan yang terletak persis di depan pasar ini nyaris terputus.

“Saluran mampat sehingga air keluar ke permukaan. Kondisi seperti ini sudah terjadi sejak pertengahan 2006 lalu. Becak-becak pun terpaksa ngetem di tengah kubangan seperti ini. Kami susah dapat penumpang,” kata Sadikin (34), tukang becak di depan Pasar Cikarang.

Di Kota Bekasi, kerusakan juga terjadi ruas jalan negara, meliputi Jalan Sultan Agung, Jalan Sudirman, sampai ke Jalan Ir H Juanda, yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi.

Adapun ruas jalan provinsi di Kota Bekasi yang semakin parah tingkat kerusakannya adalah Jalan Narogong Raya, yang membentang dari Kecamatan Bekasi Timur sampai Cileungsi, Kabupaten Bogor. (eca/nel/cok)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0703/12/metro/3375934.htm