Mengenal Sungai Purba di Jakarta
Nurvita Indarini – detikcom

Jakarta – Sungai permukaan ada di permukaan tanah. Mudah dilihat dan dikenali. Tapi sungai purba, ada di bawah permukaan tanah. Tak bisa dilihat, dan tentunyasulit ‘berkenalan’ dengannya.

14 Sungai permukaan di Jakarta yang kasat mata adalah Kali Cengkareng, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Sekretaris, Kali Grogol, Kali Kerukut, Kali Mampang, Kali Ciliwung, Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Cakung, Kali Jatikramat, Kali Cakung Timur.

Sedangkan sungai purba diperkirakan ada ratusan jumlahnya. Daratan Jakarta yang tersusun atas endapan sungai dan rawa, jauh di bawah permukaan tanahnya ada alur sungai purba.

Hampir di semua wilayah Jakarta terdapat aliran sungai purba. Daerah yang dilintasi ada di bagian selatan dan timur Jakarta, antara lain Dukuh Atas dan Mampang.

Sungai purba termasuk endapan aluvium sungai yang mempunyai litologi lempung, pasir, kerikil dan bongkah-bongkah batuan andesit – basalt, bersifat lepas, serta mudah digali. Semakin ke arah selatan, litologi lapisan menjadi lebih kasar atau lebih besar butirannya.

“Jadi bisa dilihat di Bogor banyak batunya, sedangkan semakin ke utara, yakni ke Jakarta, lebih lembut karena berupa pasir dan kerikil,” kata hydro geologist dari Masyarakat Air Indonesia Fatchy Muhammad.

Sedangkan menurut pengamat geologi LIPI Wahyu Hantoro, sungai purba hanya bisa dikenali secara fisik dengan penggalian dan pengukuran geofisika. Sebab posisinya ada pada 5 hingga ratusan metere di bawah permukaan tanah.

Pengamat geologi quarternary LIPI Eko menambahkan, di endapan sungai purba ada lapisan pasir yang bisa meresap air. Tapi ada juga lapisan lumpur yang membuat air tidak bisa masuk.

“Yang jelas sungai purba itu pernah dialiri air sekitar 2 juta tahun lalu atau lebih. Semakin dekat dengan permukaan tanah, maka semakin muda usianya,” kata Eko.

Yang jelas, meski tak terlihat, sungai purba bisa dieksploitasi untuk kepentingan umat manusia. Apalagi mengingat fungsinya sebagai tempat berkumpulnya air tanah.

Keberadaan sungai purba pun belakangan ini dilirik habis-habisan karena diyakini bisa jadi penangkal penyakit yang kerap melanda Jakarta, yakni banjir. (sss/nrl)

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/13/time/081825/idnews/753301/idkanal/10