Menhut Minta Pejabat Rombak Vila Pribadi di Puncak

Bogor, Kompas – Menteri Kehutanan MS Kaban meminta para pejabat agar merombak vila pribadi mereka di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk memperbaiki lingkungan kawasan itu. Kaban yang berbicara dalam Hari Bakti Rimbawan XXIV 2007 di Blok Cipendawa, Kecamatan Mega Mendung, Rabu (14/3), meminta para pejabat turut bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan akibat perubahan fungsi lahan di kawasan Puncak, serta musibah banjir di Jakarta Februari lalu.

“Setidaknya harus dilakukan pembenahan, seperti membuat sumur resapan dan menambah tanaman serta luasan lahan untuk menyerap air. Kalau tidak ada izin, tentu harus dibongkar,” jawab Kaban ketika ditanya apakah pejabat harus membongkar vila pribadi di Puncak. Dia tidak secara tegas meminta para pejabat membongkar vila jika didirikan dengan menyalahi izin atau tidak sesuai peruntukan.

“Persoalan rehabilitasi lahan seperti di Puncak ini sangat serius. Jawa Barat setidaknya harus memiliki tutupan hutan 30 persen dari luas lahan. Saat ini hanya tersisa tutupan hutan 18 persen saja. Sebagai bukti nyata adalah kawasan Puncak yang sudah demikian berubah. Sangat menakutkan kalau kita melihat keadaan lapangan saat ini,” ucap Kaban.

Menurut Kaban, banyak pemilik vila yang memiliki kekuatan ekonomi, tetapi tidak memiliki kepedulian ekologi. Padahal, persoalan rehabilitasi ini berpengaruh langsung pada kesejahteraan rakyat. Kalau kawasan hutan di dataran tinggi hancur, tentu merusak daerah pertanian di wilayah hilir. Ini berujung pada kemiskinan sebagian besar masyarakat kita, yakni petani. (ong)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0703/15/metro/3385722.htm