Rem Banjir dengan Sungai Purba
Nurvita Indarini – detikcom

Banjir memutus lalu lintas Jakarta 2 Februari 2007

Jakarta – Sungai purba yang ada di dalam tanah tidak akan berarti apa-apa bila di atas tanah melulu dibangun gedung. Sebab sungai purba bisa juga dimanfaatkan untuk mencegah banjir di Ibukota.

Sungai purba merupakan cekungan yang cukup dalam dan terdapat endapan pasir yang bisa menyerap air. Tak heran sungai itu menjadi tempat berkumpulnya air tanah karena ada pori-pori pasir di sekitarnya.

Di sepanjang aliran sungai purba itu, bisa dibangun waduk penampungan air. Tidak seperti waduk biasa, waduk ini sekaligus berfungsi sebagai tempat resapan air.

“Dengan demikian, air yang berlebih di Jakarta saat musim penghujan tiba, bisa ditampung di waduk tersebut,” kata Kabid Kebutuhan Masyarakat Kementerian Riset dan Teknologi Teddy W Sudinda di kantornya, Jl Thamrin, Jakarta.

Pada debit angka tertentu di waduk, air akan dialirkan ke sungai purba. Dari sungai purba, air ada yang terserap, tapi ada juga yang mengalir di sungai permukaan, yakni sungai yang ada di permukaan tanah.

“Dengan demikian, berlimpahnya air di Jakarta saat musim hujan tidak menjadikan banjir. Apalagi Jakarta memang daerah yang sangat berpotensi banjir, mengingat daerah ini merupakan tempat bertemunya 14 sungai,” jelas hydro geologist dari Masyarakat Air Indonesia Fatchy Muhammad.

Namun, tidak semua sungai purba dapat dioptimalkan fungsinya untuk dibangun waduk resapan di atasnya. Hanya sungai purba yang tersedimentasi oleh endapan aluvial hingga lapisan poros saja yang bisa.

Dengan dibangunnya waduk-waduk resapan di atas sungai-sungai purba yang ada di wilayah hulu, diperkirakan akan mampu mengurangi aliran air ke arah hilir hingga 40 persen.

Potensi sungai purba untuk mencegah banjir Jakarta sudah diketahui Kementerian Ristek. Titik-titik sungai purba pun dilacak.

Jika semuanya ditemukan, diperkirakan 400 waduk resapan seluas 800 hektar bisa dibangun di Jakarta. Kementerian Ristek juga sudah punya angka dalam bentuk rupiah. Untuk satu waduk resapan, dibutuhkan dana Rp 2 miliar. Fantastis! (sss/nrl)

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/13/time/083006/idnews/753303/idkanal/10