RS Lapangan di Koja Ditutup

Jakarta, Kompas – Setelah dua minggu beroperasi, rumah sakit lapangan yang didirikan Bulan Sabit Merah Indonesia atau BSMI bekerja sama dengan The Saudi Charity Campaign di Jakarta Islamic Centre, Koja, Jakarta Utara, ditutup Sabtu (10/3).

Penutupan rumah sakit yang dibangun dengan tenda itu menyebabkan warga sekitar kecewa. Apalagi sebagian dari mereka baru mengetahui keberadaan rumah sakit itu. Warga berharap jadwal operasional rumah sakit diperpanjang karena mereka bisa berobat tanpa terhalang syarat administrasi yang merepotkan.

“Rumah sakit ini dijalankan tanpa mensyaratkan apa pun. Warga tidak perlu membayar, membawa surat keterangan dari RT/RW, atau kartu gakin dan sebagainya. Siapa saja yang sakit akan diobati,” kata Basuki Supartono, Ketua Umum BSMI.

Karena tidak mensyaratkan apa pun, warga yang datang berobat pun langsung antre. Tercatat 68 pasien menjalani operasi, 32 pasien rawat inap, sementara warga yang berobat jalan 4.500 orang.

Pasien yang dirawat dan menjalani operasi antara lain penderita demam berdarah, diare, pneumonia, TBC, typhoid, malaria, hernia, dan katarak. Sementara pasien yang rawat jalan antara lain pasien penyakit gigi, mata, kebidanan, dan anak.

Menurut Basuki, BSMI telah menyosialisasikan kepada warga sekitar mengenai rumah sakit lapangan sebelum rumah sakit tersebut dioperasikan. BSMI juga sudah memasang iklan di surat kabar dan membagikan selebaran berisi jadwal praktik dokter.

Sementara itu, bakti sosial juga dilakukan di Harco Mangga Dua, Jakarta Barat. Bakti sosial berupa pengobatan gratis kepada 700 warga kurang mampu ini dilakukan oleh Intellectual Business Community, Lions Club, Asosiasi Pengusaha Komputer Layak Pakai Nasional, dan alumni SMAK 1 Angkatan 1985. (arn)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0703/12/metro/3375829.htm