Rusun untuk Korban Banjir Dibangun Tahun 2007
Nadhifa Putri – detikcom

Jakarta – Meski masyarakat korban banjir enggan pindah ke rumah susun, Pemda DKI tetap akan membangun rumah susun dengan skala besar di tiga tempat di Jakarta.

Warga yang tinggal di sepanjang kali Ciliwung menganggap banjir yang datang tiap tahun merupakan hal yang lumrah. Selama rumah belum terendam air, mereka tetap tidak beranjak pindah atau mengungsi.

Rumah Susun (rusun) dianggap sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah ini. Pemda DKI berniat membangun Rusun untuk para korban langganan banjir. Rencananya proyek ini akan dimulai tahun 2007 ini.

“Mulai pembangunan 29 Maret 2007. Tapi itu baru pencanangannya,” kata Gubernur DKI Sutiyoso kepada wartawan di Balaikota, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (15/3/2007).

Rusun ini diperuntukkan untuk masyarakat yang tidak mampu. Untuk segmen pegawai dengan gaji antara Rp 3-5 juta, Pemda DKI juga berniat membangunnya. Tapi itu tidak menjadi prioritas.

Menurut Kepala Dinas Perumahan Dedy M Tisnamihardja, setiap tahunnya Pemda DKI akan membangun 2.000 unit rusun per tahun di Marunda, Pulo Gebang, dan di Jl Komarudin, Cakung Barat .

“Totalnya 15 blok dengan 1.000 unit. Anggarannya untuk 15 blok Rp 160 miliar yang diambil dari APBD dan APBN,” terang Dedy saat dihubungi wartawan. (ana/asy)

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/15/time/121950/idnews/754592/idkanal/10