Sejuta Sumur Seribu Waduk Demi Berjuta Umat
Nurvita Indarini – detikcom

Jakarta – Kemampuan sungai purba mencegah banjir Jabodetabek tak bisa dipandang sebelah mata. Di atas peninggalan purbakala itu, harusnya dibangun waduk dan sumur resapan.

Untuk memanfaatkannya secara maksimal, Jabodetabek memerlukan seribu waduk resapan dan sejuta sumur resapan yang dibangun di atas aliran sungai purba.

Tidak hanya risiko banjir yang bisa diminimalkan demi menyelamatkan berjuta umat, bahkan cadangan air tanah bisa bertambah.

Dituturkan hydro geologist dari Masyarakat Air Indonesia Fatchy Muhammad saat ditemui di Kantor Kementerian Ristek, Jl MH Thamrin, Jakarta, daerah yang baik untuk membuat waduk resapan adalah di daerah hulu, seperti Depok.

“Semakin tinggi daerah yang digunakan untuk membuat, maka akan semakin baik. Dari daerah Dukuh Atas hingga Bogor, banyak alur sungai purba yang
potensial untuk dibuat waduk resapan,” tutur Fatchy.

Meski demikian pembangunan sumur dan waduk resapan ini berkejaran dengan waktu. Sebab selama 2002-2007, banyak alur sungai purba yang tertutup bangunan.

“Di Depok misalnya sudah tertutup bangunan. Di Jakarta juga. Makanya harus
cepat membangun waduk ini, sebelum keduluan dibangun mal atau apartemen,”
tukas Fatchy.

Sungai purba yang berusia sekitar 5.000 tahun ada di bawah permukaan tanah 5 hingga ratusan meter. Sungai yang pernah dialiri air sekitar 2 juta tahun lalu itu memiliki lapisan pasir yang bisa meresap air. Inilah yang bisa dibangun sumur dan waduk resapan di atasnya.

Sedangkan sungai purba yang memiliki lapisan lumpur, tak bisa dimanfaatkan untuk menangkal banjir, karena air tidak bisa masuk.

Pengamat geologi LIPI Wahyu Hantoro menjelaskan, mungkin saja sungai purba dimanfaatkan untuk mengatasi banjir di Jabodetabek. Tapi bukan lantas tak ada genangan air lagi. Karena lapisan tanah butuh waktu untuk
menyerap air.

Banjir terjadi mana kala tak tersedia tempat parkir air sementara sebelum ke laut. Karena itu, diperlukan pula saluran air di Jabodetabek.

“Bila akan membuat waduk resapan, maka harus ada bagian yang cukup dalam
untuk bisa menyentuh lapisan sungai purba. Jadi kelebihan air yang masuk waduk resapan akan dialirkan ke sungai purba,” urai Wahyu.

Sungai purba memang bisa dieksploitasi, namun keseimbangan air masuk dan keluar harus dijaga. Bila tidak, maka akan semakin habis kandungan air tanah yang disimpannya.

Keterangan Foto:
Aliran sungai purba (warna hijau) di Jakarta. (sss/nrl)

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/13/time/165230/idnews/753684/idkanal/10