Waduk vs Mal di Atas Sungai Purba
Nurvita Indarini – detikcom

Jakarta – Pembangunan danau buatan alias waduk resapan di atas ratusan aliran sungai purba penting untuk penyerapan air di dalam tanah. Namun nyatanya, lebih sering disalip pembangunan apartemen dan mal.

Diperkirakan ada ratusan aliran sungai purba di bawah permukaan tanah Jakarta. Kementerian Ristek mengaku telah mengidentifikasi 40 di antaranya. Jika semuanya ditemukan, diperkirakan 400 waduk resapan seluas 800 hektar bisa dibangun di Jakarta.

Sebagai proyek percontohannya, telah dibangun waduk resapan di Depok, tepatnya di depan Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat. Pembangunan danau buatan yang menindih sungai purba berusia sekitar 5.000 tahun yang berada sekitar 700 meter di bawah permukaan tanah itu menghabiskan dana Rp 2 miliar.

Dana yang digelontorkan memang cukup mahal. Namun fungsi waduk resapan untuk menangkal banjir melanda Jabotabek, bisa mencegah kerugian triliunan rupiah.

“Namun kini kebanyakan sungai purba sudah teruruk bangunan,” kata pengamat geologi LIPI Wahyu Hantoro di Gedung LIPI, Jl Gatot Soebroto, Jakarta.

Akibatnya, daerah resapan air berkurang. Sehingga saat hujan, gelontoran air semakin banyak.

Hydro geologist dari Masyarakat Air Indonesia Fatchy Muhammad menuturkan sejumlah daerah yang sungai purbanya tertutup bangunan ada di kawasan Jakarta Selatan dan Depok.

“Dari depan Republika arah selatan di kiri jalan sedang dibangun apartemen. Selain itu ada perumahan di Jati Padang yang dibangun selepas 2002. Di Depok juga ada perumahan yang menutup, tapi lokasi tepatnya harus lihat google earth,” urainya.

Jakarta yang dulunya rawa dan sungai telah sengaja diuruk. Kebanyakan yang ada di daerah utara. Itu sebabnya ada daerah yang diberi nama seperti Rawa Sari dan Rawa Kerbau.

“Seharusnya masyarakat juga diberitahu pemda, mana tanah atau daerah yang boleh dibangun atau tidak,” ujar Fatchy.

Meski demikian tidak semua aliran sungai purba bisa dijadikan waduk resapan. Pengamat geologi LIPI Wahyoe Hantoro menjelaskan, kalau makin tua endapannya, maka sedimen sungai purba semakin ketat, sehingga kurang baik menyerap air.

Dibutuhkan penelitian yang serius untuk memetakan sungai purba, mengingat potensi peninggalan purbakala yang begitu besar manfaatnya untuk mencegah banjir Jabotabek.

Dan tentunya, pembangunan waduk resapan harus lebih dimenangkan ketimbang pembangunan apartemen dan mal di atas sungai purba yang masih memiliki daya serap air yang baik.

Keterangan Foto:
Waduk resapan di Kampus UI yang menindih sungai purba. (sss/nrl)

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/13/time/134610/idnews/753563/idkanal/10