Menang Dalam Gugatan Banjir, Pemprov DKI Akan Monitor Lira
Ramadhian Fadillah – detikcom

Jakarta – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memenangkan Pemprov DKI Jakarta atas gugatan bencana banjir 2007 oleh Lumbung Informasi Rakyat (Lira). Pemprov DKI pun akan memonitor Lira.

“Biro Hukum, Setda Provinsi DKI Jakarta tetap akan memonitor, dalam rangka mengantisipasi upaya hukum yang akan dilakukan LSM Lira,” ujar Kepala Biro Hukum Pemprov DKI Jornal Siahaan.

Hal itu disampaikan Jornal dalam jumpa pers di Rumah Makan Sate Khas Senayan, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2007).

Menurut Jornal, tidak bisa diterimanya gugatan Lira telah sesuai keputusan Mahkamah Agung No 1/2002. Apa yang dilakukan Lira tidak bisa jadi gugatan class action, karena tidak bisa mewakili korban banjir.

Apalagi, kelompok yang diwakili Lira tidak jelas, sehingga tidak punya kapasitas untuk diwakili. “Ganti rugi Rp 4 triliun yang diminta juga tidak dirinci untuk mengganti apa dan dibayarkan untuk apa,” cetus Jornal.

“Kami tidak akan tuntut balik Lira, karena masih ada banyak hal yang lebih penting. Biarlah masalah ini selesai sampai sini saja,” tukas dia.

Pada 5 Juni kemarin, hakim PN Jakarta Pusat dalam amar putusannya menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima dan tidak sah. Alasannya, tidak termasuk klasifikasi gugatan class action.

Karena itu, hakim menghentikan gugatan class action banjir 2007 LSM Lira, dan menghukum penggugat dengan membayar biaya perkara.

Sebelumnya, Lira menggugat Gubernur Prov DKI, Wagub DKI, dan Ketua DPRD DKI, karena telah melakukan kelalaian. Akibatnya menimbulkan kerugian masyarakat DKI Jakarta akibat banjir 2007.

Mereka menuntut ganti kerugian materil sebesar Rp 4 trilun, ganti kerugian kehilangan pendapatan sebesar Rp 3,9 miliar, dan ganti rugi moril sebesar Rp 1. Tiga pihak tergugat juga diminta membuat pernyataan maaf. (nvt/nrl)

http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/06/time/143739/idnews/790176/idkanal/10