DKI Harus Bebas Banjir dan Macet
Pola Transportasi Makro Sudah Disiapkan

jakarta, kompas – Pada hari ulang tahun ke-480 kota Jakarta, Jumat (22/6), warga Ibu Kota hanya menitipkan dua pesan kepada para pemimpin dan calon pemimpinnya. Warga meminta pemerintah secepatnya menghapus bencana banjir rutin dan masalah kemacetan lalu lintas.

“Turut semangat rasanya kalau melihat banyaknya pesta perayaan di ultah Jakarta. Akan tetapi, sebenarnya yang paling penting saat ini bagi saya, warga Jakarta, adalah melihat jangan ada banjir lagi,” kata Chotimah (45), warga Petamburan I, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Saat banjir menerjang Jakarta Februari lalu, Chotimah sempat menjadi satu dari sekitar 190.000 pengungsi di seluruh Jakarta.

Meski demikian, tepat di HUT DKI kemarin, ia bersama seorang cucunya tetap gembira dan bersyukur hidup di Jakarta. Mereka merayakannya dengan melancong naik bus transjakarta keliling Jakarta sambil melihat para sopirnya yang berdandan ala Abang dan None Betawi.

Namun, kemudian Chotimah kembali menekankan agar kegembiraan kali ini tidak berarti melupakan banyaknya permasalahan akut yang selalu melingkupi Jakarta. Selain banjir, masyarakat juga menggugat pemerintah segera menanggulangi persoalan berlalu lintas dan transportasi, terutama kemacetan.

Salah satu kelemahan

Ahmad Sholeh (32), pegawai bank swasta di Jalan MH Thamrin, mengeluhkan kemacetan yang harus dialaminya nyaris setiap hari.

Purnomo (63), purnawirawan yang turut hadir dalam peringatan HUT DKI Jakarta di Monas, menyatakan, salah satu kelemahan pemerintah dalam penyediaan sarana transportasi adalah terlalu banyak program, tetapi tanpa dana pemeliharaan memadai.

Menerima penghargaan

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso memimpin upacara dan mengikuti sidang paripurna DPRD DKI Jakarta dalam rangka ulang tahun Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Sutiyoso menerima penghargaan peniti emas, bersama 10 mantan Gubernur dan Wali Kota Jakarta Raya, serta tujuh mantan Ketua DPRD. Ketua DPRD Ade Surapriatna mengatakan, penghargaan itu diberikan sebagai apresiasi masyarakat atas jasa-jasa mereka.

Menanggapi keinginan masyarakat untuk mengatasi banjir, Sutiyoso mengatakan, pemerintah sedang membangun Banjir Kanal Timur (BKT) dan mempersiapkan proyek saluran bawah tanah multiguna atau multi purpose deep tunnel (MPDT). BKT akan dioperasikan pada tahun 2009 dan MPDT bakal dioperasikan pada tahun 2014.

Sedangkan untuk mengatasi kemacetan, Sutiyoso mengatakan, pola transportasi makro (PTM) sudah disiapkan dan dirintis pembangunannya. Bus transjakarta merupakan salah satu moda dalam PTM yang sudah berfungsi dan akan terus diperluas.

Adapun mengenai moda monorel, angkutan massal cepat (mass rapid transit/MRT), dan angkutan air sedang dan akan dirintis. Jika sudah terlaksana, kemacetan di Jakarta diharapkan akan turun drastis.

“Saya mengharapkan gubernur berikutnya meneruskan pembangunan yang telah dirintis dan, jika perlu, dipercepat. Jika tidak diteruskan, masalah-masalah utama Jakarta akan terus berulang,” tutur Sutiyoso.

(NEL/ECA)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/23/metro/3625857.htm