RTH Terus Beralih Fungsi, Target 30 Persen Sulit Dicapai

jakarta, Kompas – Ruang terbuka hijau di Jakarta terus tergerus akibat alih fungsi sepihak tanpa izin, antara lain diserobot untuk lahan parkir, pedagang kaki lima, dan stasiun pengisian bahan bakar. Di Jakarta Pusat, misalnya, saat ini baru tersedia 7,8 persen dari luas wilayah. Padahal, targetnya adalah 30 persen.

”Sesuai ketentuan untuk keseimbangan lingkungan, RTH (ruang terbuka hijau) harus mencapai 30 persen dari total luas wilayah. Namun, mewujudkannya sulit sekali. Bahkan untuk menambah satu persen saja per tahun belum dapat dilakukan,” kata Kepala Suku Dinas Pertamanan Jakarta Pusat Gunawan Widoyoko, Kamis (21/6).

Pantauan Kompas menunjukkan, penyerobotan RTH terjadi di setiap sudut wilayah ibu kota.

Di Jalan Sumenep, Jakarta Pusat, misalnya, terdapat stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) yang mengundang kontroversi sejak tahun 2006, karena berada tepat di atas RTH. Namun, mengembalikan fungsi lahan sebagai RTH belum dapat dilakukan, karena ada izin usaha resmi dari pemerintah provinsi yang melegalkan keberadaan stasiun bahan bakar tersebut.

Di sepanjang Jalan KS Tubun, lahan untuk jalur hijau dan jalur pedestrian sekarang menjadi tempat usaha. Bahkan menjadi tempat parkir penampungan kendaraan yang membeludak di beberapa rumah sakit dan hotel. Tanaman yang tersisa di dalam pot dari drum bekas tak terurus.

Saat terjadi kemacetan pada pagi, siang, dan sore, pengendara sepeda motor tidak segan mengangkat pot-pot besar berisi tanaman di kawasan Senayan. Itu dilakukan agar dapat melintas di jalur hijau dan jalur pedestrian.

”Kalau untuk menambah luas RTH, di tengah kondisi pembangunan kawasan sedang gencar- gencanya sekarang, sepertinya hampir tidak mungkin. Kami hanya bisa menyiasati, antara lain dengan menggalakkan roof garden, yaitu taman di atas gedung tinggi,” kata Gunawan.

Telah dikembalikan

Penertiban juga terus dilakukan. Selama satu tahun ini, keberadaan bangunan di atas RTH di Jalan Musium, Tanah Abang Timur, dan Jalan Biak telah ditertibkan. RTH di kawasan tersebut telah dikembalikan ke fungsinya, yaitu menjadi taman.

Suku Dinas Pertamanan Jakarta Pusat juga mulai membuka lahan kosong yang selama ini tidak terpakai. Di kawasan perkantoran di Jalan Medan Merdeka Barat kini banyak ditemukan taman-taman kecil dari hasil menggusur lapisan plester semen dan konblok. Pembangunan taman juga dilakukan di perkampungan padat penduduk. Selain menambah RTH, cara ini efektif meratakan kepadatan penduduk.

Meski taman-taman kecil tidak diyakini mampu berfungsi sebagai lahan serapan air, paling tidak pemandangan di Ibu Kota Jakarta akan menjadi lebih hijau, menyejukkan. (nel)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/22/metro/3623915.htm