Ruang Terbuka Hijau di Kota Bekasi Tidak Ideal

Bekasi, Kompas – Sebagai kota yang memiliki kawasan industri dan kawasan hunian, Kota Bekasi seharusnya memiliki ruang terbuka hijau yang memadai.

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa ruang terbuka hijau di Kota Bekasi tidak ideal, karena masih jauh dari syarat luas minimal, yakni 30 persen dari keseluruhan luas wilayah.

“Kenyataannya, luas ruang terbuka hijau di Kota Bekasi hanya sekitar 10 persen,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bekasi Maman Sukirman, Rabu (20/6).

Berdasarkan data dari Kompas, luas lahan terbuka di Kota Bekasi pada tahun 2005 diperkirakan masih tersisa sekitar 2.900 hektar, atau sekitar 14 persen—dari luas wilayah kota yang mencapai 21.409 hektar. Sementara lahan yang sudah terbangun untuk hunian dan kawasan niaga mencapai 13.000 hektar lebih, atau sekitar 62 persen.

Di sisi lain, sebagai kota besar yang memiliki kawasan industri serta berada di pinggiran ibu kota negara, pertambahan jumlah penduduk Kota Bekasi tergolong tinggi. Jumlah penduduk di Kota Bekasi saat ini diperkirakan sekitar dua juta jiwa.

Kondisi penduduk yang semakin bertambah padat ini membutuhkan lahan untuk kawasan permukiman dan kawasan niaga, serta transportasi.

Dalam seminar peninjauan kembali Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota Bekasi tahun 2000-2010, disebutkan, pembangunan kawasan permukiman diperkirakan membutuhkan lahan baru seluas 79,11 hektar setiap tahunnya. Sementara luas Kota Bekasi tidak bertambah.

Terkait hal itu, kata Maman, beberapa waktu lalu Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang menyiapkan surat edaran Gubernur Jawa Barat mengenai penyediaan lahan terbuka, sebagai ruang terbuka hijau bagi kota dan kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Barat. (cok)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/21/metro/3622333.htm